1.
DEFINISI MUTU:
Mutu merupakan gabungan
dari sejumlah atribut yang dimilikai bahan atau produk pangan yang dinilai
secara organoleptik. Atribut tersebut meliputi : parameter kenampakan, warna,
tekstur, rasa, dan bau.
Mutu adalah karakteristik
menyeluruh dari suatu wujud apakah itu produk, kegiatan, proses, organisasi,
atau manusia, yang menunjkkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan yang telah
ditentukan (fardiaz.1992).
Mutu
merupakan penerimaan konsumen terhadap produk yang dikonsumsi berulang,
terutama sifat organoleptiknya.
Mutu
merupakan gabungan dari sejumlah atribut yang dimiliki oleh bahan atau produk
pangan yang dapat dinilai secara organileptik.
2. KARAKTERISTIK MUTU:
Meliputi penampilan yaitu:warna,ukuran,bentuk,dan cacat fisik;kinestika
yaitu tekstur,kekentalan,dan,konsistensi;flavor yaitu sensasi dari kombinasi
bau dan cicip.
Merupakan
nilai gizi dan keamanan mikrobiologis.
3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU :
Spesies
tanaman/ternak/ikan, mutu dan harganya akan menurun jika bibit yang digunakan
jelek
Ukuran
besar lebih bermutu dibanding yang lebih kecil, harga pangan yang lebih
besarpun lebih mahal
Jarak
yang semakin jauh menyebapkan menurunnya mutu bahan pangan yang mudah rusak.
Pakan
yang diberikan kepada ikan atau ternak berpengaruh terhadap cita rasa ikan dan
hewan ternak
Lokasi budidaya/penangkaran ikan
maupun ternak,misalnya yang dipengaruhi
angin,gelombang,kondisi air
mempengaruhi mutu.
Berpengaruh terhadap cita rasa
dagingnya untuk ikan dan ternak.
Organisme meliputi
bakteri,jamur,protozoa,serangga/cacing,dapat membuat bahan
pangan menjadi rusak/busuk.
Senyawa racun terdapat pada bahan-bahan
yang dibiarkan terlalu lama
Contoh zat kimia misalnya
arsen,timah hitam,dan lain lain
Disebabkan sifat genetik,faktor
lingkungan/serangan organisme
4. PENURUNAN MUTU/KERUSAKAN
Terjadinya
kerusakan kimiawi disebabkan oleh:
1. Reaksi-reaksi kimia
2. Polutan bahan-bahan kimia
Kerusakan kimiawi dibagi menjadi:
1. Autolisis:Perombakan /perubahan kimia
sendiri(perombakan karbohidrat dan protein),fase ini terjadi pada saat pangan
memasuki fase post rigor mortis
2. Oksidasi:fase ini membuat
terbentuknya senyawa peroksida.
3. Browning:makanan yang mengandung karbohidrat
yang semula berwarna keputihan menjadi berwarna kecoklatan.Browning
dibagi menjadi 4,yaitu:
Reaksi
maillard,karamelisasi,oksidasi,vitamin c dan pencoklatan venole
4. Senyawa kimia pencemar:Senyawa kimia
yang mencemari bahan pangan baik yang alami maupun kimia.
Penyebabnya adanya mikroba,jamur,dan
bakteri.
1. Bahan pangan sudah beracun:
2. Bahan pangan menjadi beracun:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar